7 Klasifikasi - Kategori Jenis Jasa Menurut Ahli

Posted By toni indriyatno on Wednesday, March 29, 2017 | 11:53 AM

Untuk mengelompokkan jenis bisnis apakah masuk klasifikasi / kategori / kriteria bisnis jasa atau barang cukup sulit. Hal ini disebabkan  karena adanya bauran yang saling terkait erat antara produk barang dengan jasa. Dimana banyak pelaku usaha yang bergerak di bidang produksi dan distribusi (perdagangan) barang sering memberikan layanan jasa sebagai nilai tambah. Sebaliknya, pengusaha jasa kadang juga menyediakan (menjual) produk barang guna mendukung layanan yang ditawarkan. Untuk penjelasan detail soal ini Anda dapat membacanya dalam artikel terdahulu yang berjudul: Definisi Bisnis Jasa

Para ahli bisnis atau pakar ekonomi dunia punya pendapat berbeda dalam mengklasifikasikan kriteria jasa. Mereka menggunakan metode dasar perbedaan menurut sudut pandang masing-masing. Tokoh-tokoh tersebut antara lain: Philip Kotler, Kevin Lane Keller, Christopher Lovelock, Joel Evans and Barry Berman, Sullivan, Fitzsimmons, Sasser et al dan lainnya.
Karena banyaknya teori yang menjelaskan klasifikasi jasa, kami hanya akan membahas kategori bisnis jasa berdasar 7 faktor penting yang cocok dengan kondisi perekonomian di Indonesia berikut ini:

1. Klasifikasi Jasa Berdasar Segmen Pasar


a. Jasa Kepada Konsumen Akhir 

Adalah jasa yang ditujukan untuk menembus pangsa pasar konsumen akhir (perorangan). Jenis jasa ini biasanya bersifat simpel dan bisa dijalankan oleh siapa saja, bahkan bagi pengusaha pemula sekalipun.

Contohnya:
- Jasa transportasi ojek -> membidik pelanggan yang ingin diantar jemput ke tempat tujuan.
- Jasa kursus -> membidik orang yang ingin mendalami ketrampilan tertentu
- Jas Bengkel Las -> pangsa pasarnya konsumen yang ingin memesan pagar, teralis, kanopi

b. Jasa Kepada Konsumen Organisasional

Adalah bisnis jasa yang ditujukan untuk lembaga, perusahaan atau organisasi tertentu. Karena membidik segmen corporate menengah ke atas, biasanya jasa yang ditawarkan bersifat kompleks dan perlu keahlian profesional. Tak heran jika untuk membeli jasa ini, dibutuhkan budged yang sangat mahal.

Contoh:
- Jasa konsultasi manajemen -> segmen pasar yang diincar adalah perusahaan besar yang ingin meningkatkan kinerja manajerial
- Jasa Akuntan -> Client yang jadi target marketingnya adalah perusahaan go public untuk membuat laporan keuangan pada para pemegang saham.
- Jasa Perpajakan

Baik jasa kepada konsumen akhir maupun konsumen organisasional sebenarnya hampir sama. Yang membedakan adalah alasan dalam memilih jasa, kuantitas jasa yang dibutuhkan dan tingkat kompleksitas pengerjaan jasa tersebut.


2. Klasifikasi Jasa Berdasar Faktor Ketrampilan Penyedia Jasa

a. Professional Service

Adalah layanan jasa yang ditangani oleh para profesional di bidang tertentu. Kebanyakan mereka harus memiliki sertifikat legal dari instansi terkait di pemerintahan untuk membuka usaha jenis ini. Perilaku konsumen untuk bisnis jasa profesional cenderung lebih selektif dalam memilih penyedia jasa sehingga dibutuhkan servis ekstra untuk menjaring pelanggan loyal.

Contoh:
- Jasa Arsitek -> hanya lulusan arsitektur yang dipercaya konsumen untuk urusan merancang bangunan
- Jasa Akuntan
- Jasa Notaris

b. Nonprofessional Service

Merupakan jasa yang tak memerlukan skill profesional atau skill tersebut bisa dipelajari secara mudah. Meskipun secara prinsip tak perlu keahlian khusus, pada kenyataannya pengelola bisnis jasa biasanya tetap memilih memperkerjakan karyawan yang punya ketrampilan bagus guna melayani pelanggan.

Contoh:
- Jasa pemborong bangunan -> tak perlu merekrut lulusan sekolah rancang bangun untuk dijadikan kuli
- Taksi -> hanya butuh orang yang bisa nyetir untuk bekerja sebagai sopir taxi
- Salon mobil, dll

3. Klasifikasi Jasa Berdasar Tingkat Wujud (Tangibility)

Kriteria ini terkait dengan tingkat keterlibatan produk fisik barang berwujud (tangible) atau produk tidak berwujud (intangible) dengan konsumen. Terbagi dalam 3 kategori yaitu:

a. Layanan Sewa Barang (Rented Good Service)

Adalah jasa yang menawarkan pada konsumen untuk menyewa dan menggunakan produk atau barang tertentu selama jangka waktu tertentu berdasarkan tarif yang telah ditetapkan. Dalam hal ini kepemilikan atas barang tetap pada pemilik (penyedia jasa). Konsumen hanya berhak menggunakannya dalam jangka waktu yang telah disepakati dan wajib mengembalikan jika masa sewanya telah berakhir. Jika penyewa masih memerlukannya bisa memperpanjangnya dengan tarif yang berlaku.

Contoh:
- Persewaan alat pesta
- Rental PS, mobil, alat berat
- Sewa villa, hotel, rumah, apartemen, gedung dll

b. Jasa Perawatan / Perbaikan Barang Pemilik (Owned Good Service)

Adalah layanan jasa pada produk barang yang dimiliki konsumen untuk perbaikan / reparasi, dirawat / dipelihara oleh penyedia jasa. Barang akan diserahkan pada pemilik (konsumen) jika sudah dalam keadaan baik secara bentuk maupun fungsi sesuai permintaan dan penyedia jasa akan menerima imbalan berupa ongkos kerja

Contoh:
- Servis reparasi laptop, komputer, hp, jam, mobil, sepeda motor, TV
- Laundry
- Jasa perawatan taman

c. Non-goods Servise

Adalah jasa personal berbasis ketrampilan yang tidak berwujud (intangible) meskipun dalam prakteknya layanan tersebut juga butuh peralatan berupa benda`berwujud.

Karena karakteristiknya yang tak berwujud, sulit untuk mengukur kualitas layanan jenis ini dan hanya bisa dinilai setelah pekerjaan dilakukan atau selesai dikerjakan. Tingkat kepuasan konsumen juga sangat relatif tergantung masing-masing individu.

Contoh:
- Baby sitter, PRT, tukang kebun
- Salon kecantikan, potong rambut, tata rias pengantin
- Tenaga pengajar les kursus, tutor, motivator

4. Klasifikasi Jasa Berdasar Tujuan

Berdasar tujuan dari pendirian organisasi (usaha), jasa dibagi dalam 2 kategori yaitu

a. Commercial / Profit Servise

Adalah jasa yang tujuan utamanya untuk mencari keuntungan dari layanan yang ditawarkan pada konsumen. Mungkin 99% perusahaan jasa berbentuk PT, CV, UD, Firma dan yang tak berbadan hukum resmi di Indonesia masuk dalam kategori ini

Contoh:
- Perbankan
- Transportasi
- Operator telekomunikasi (telpon seluler)

b. Nonprofit Servise

Adalah organisasi jasa yang didirikan dengan tujuan kepentingan sosial dan bukan semata-mata mengejar laba. Bentuknya berupa lembaga atau yayasan, bukan perusahaan.

Contoh:
- Yayasan amil zakat
- Panti asuhan
- Yayasan dana bantuan hibah / lembaga beasiswa

5. Klasifikasi Jasa Berdasar Tingkat Intensitas Karyawan

Kriteria usaha jasa berdasar intensitas karyawan atau keterlibatan tenaga kerja, bisnis jasa dibedakan menjadi 2 yaitu:

a. Equipment-Based Service

Adalah layanan berbasis peralatan otomatis. Dimana peran karyawan sangat kecil karena sebagian besar pelayanan pada pelanggan dilakukan oleh mesin secara otomatis dan tak perlu dioperasikan oleh karyawan

Contoh:
- ATM
- Wahana permainan game (seperti Timezone)
- Operator seluler

b. People-Based Service

Adalah jenis usaha jasa berbasis tenaga manusia (karyawan). Artinya, keterlibatan karyawan sangat dominan dalam memberikan pelayanan pada konsumen.

Menurut Kotler, klasifikasi jasa people-based servise ini masih terbagi lagi dalam 3 kategori yaitu: tidak terampil, terampil dan tenaga profesional.

Contoh:
- Jasa sebar brosur, parkir (tidak terampil)
- Jasa servis AC, kulkas, PC (elektronik) panggilan (terampil)
- Jasa IT (profesional)

6. Klasifikasi Jasa Berdasar Tingkat Kontak

Dihubungkan dengan tingkat interaksi kontak antara penyedia jasa dengan konsumen, secara umum bisnis jasa dapat diklasifikasikan dalam 2 kelompok usaha yaitu:

a. High Contact Service

Pengertiannya adalah usaha jasa yang memerlukan intensitas kontak tinggi antara karyawan penyedia layanan dengan konsumen untuk mendapatkan hasil sesuai ekspektasi pelanggan.

Kontak ini bisa berupa konsultasi, penyampaian materi tutorial, diskusi dan lain sebagainya. Kontak bisa dilakukan dengan pertemuan tatap muka secara langsung maupun tidak langsung menggunakan media komunikasi via telpepon, sms, email, chatting, teleconference dll

Kesuksesan bisnis jasa jenis ini lebih banyak ditentukan oleh faktor interpersonal pegawai. Karena kemampuan karyawan membina hubungan sangat dibutuhkan dalam berurusan dengan orang banyak khususnya pelanggan maupun calon pelanggan. Misalnya keramahan, sopan santun, style penampilan, cara berkomunikasi, kelihaian melobi, trik closing dan masih banyak lagi. Artinya kredibilitas perusahaan tergantung pada layanan yang diberikan karyawan

Contoh:
- Layanan Kesehatan -> butuh informasi dari pasien agar bisa tepat mendiagnosa penyakit
- Jasa marketing MLM -> perlu skill tinggi dalam menarik minat member baru
- Pialang saham, broker property

b. Low Contact Service

Ialah usaha jasa yang tidak terlalu banyak membutuhkan kontak dengan customer sebagai pembeli jasa.

Contoh:
- Bioskop -> penonton hanya perlu membeli karcis lalu masuk dalam gedung dan santai menonton film
- Tempat Wisata

7. Klasifikasi Jasa Berdasar Regulasi

a. Regulated Servise

Adalah bisnis jasa yang wajib tunduk pada peraturan atau regulasi yang dibuat oleh pemerintah. Pelanggaran bisa menyebabkan izin operasional usaha perusahaan dicabut

Contoh:
- Perusahaan Finansial -> wajib mengikuti Undang-Undang Perbankan dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- Angkutan Umum -> diatur oleh kementerian perhubungan
- Rumah Sakit -> wajib tunduk pana menteri kesehatan
- Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri PPTKIS  -> harus mengikuti regulasi dari kementerian tenaga kerja

b. Non Regulated Service

Merupakan usaha jasa yang sistem operasionalnya tak perlu mengikuti regulasi dari instansi terkait pemerintah

Contoh:
- Jasa Katering
- Konveksi
- Event organizer acara pernikahan

* * *
Demikian materi teori ekonomi tentang klasifikasi, kategori, kriteria dalam mengelompokan jenis jasa dalam kaitannya dengan bisnis usaha di bidang layanan jasa. Mohon maaf jika ada kesalahan. Semoga bermanfaat dalam bidang ilmu pendidikan maupun penerapannya secara praktis.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Blog, Updated at: 11:53 AM

0 comments:

Post a Comment