Cara Mencari Ide Bisnis & Peluang Usaha

Ini adalah bagian paling mudah. Anak kecilpun bisa melakukannya. Untuk mencari ide bisnis itu tak butuh tips en trik or strategi khusus. Bisa dilakukan sambil duduk manis, gak usah pergi jauh. Karena tanpa disadari sebenarnya di sekitar kita ada 1001 jenis ide usaha yang beberapa diantaranya bisa jadi peluang potensial untuk dijalankan sebagai bisnis.

Sebelum membedah lebih lanjut, ada baiknya kita pelajari dulu satu persatu arti kata ide bisnis dan pengertian peluang bisnis (wirausaha).


Perbedaan Antara Ide Usaha dengan Peluang Usaha

Memang di antara keduanya tidak sama ya Om?
Hampir sama tapi jelas sekali perbedaannya.

Pengertian Ide Usaha

menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) definisi dari kata ide adalah rancangan yang tersusun dalam pikiran berupa gagasan untuk meraih tujuan.

Jika dikaitkan dengan bisnis, pengertian dari ide usaha (bisnis atau wirausaha) adalah gagasan kreativitas yang muncul di pikiran sebagai sumber keunggulan untuk dijadikan peluang.

Pengertian Peluang Usaha

Peluang menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah kesempatan (ruang gerak) baik dalam bentuk konkret maupun dalam bentuk abstrak

Jadi peluang usaha dapat diartikan sebagai kesempatan pasti yang bisa didapatkan seseorang atau lebih dengan mengandalkan potensi diri yang ada serta memanfaatkan berbagai kesempatan atau peluang untuk segera diambil.

Peluang bisnis dalam pengertian lebih mendalam dapat dibagi menjadi dua yakni peluang internal dan peluang eksternal.

Peluang internal merupakan peluang yang memang sudah ada dalam diri seseorang sehingga menjadi dasar untuk membaca keadaan sesuai dengan potensi yang dimiliki ( dalam bentuk skill, modal, relasi dll ).

Sedangkan peluang eksternal merupakan peluang yang lahir dari proses pembacaan kondisi atau respon yang sengaja dicari seseorang atas situasi yang menurutnya berpotensi untuk menjadi peluang (kesempatan pasti).

Bagaimana Cara Mendapatkan Ide Bisnis?

Setelah kita memahami perbedaan antara ide usaha dengan peluang usaha, pertanyaan intinya adalah: bagaimana cara kita mencari ide usaha?

Seperti sudah disinggung paling awal, tak perlu kemana-mana untuk mendapatkannya. Kita mulai saja dari yang paling dekat saat ini.

Lihatlah, apa yang sedang kamu pegang sekarang? HP, tablet apa laptop?
Nah itu dia, sudah ketemu bukan?

Coba pikir sejenak... Bagaimana alat komunikasi / elektronik itu bisa sampai ke tanganmu?
Hape / gadged misalnya. Tentu ada mata rantai distribusi mulai dari proses produksi sampai ke end user (konsumen). Dari satu item barang itu saja sudah ada banyak ide bisnis yang muncul. Contohnya: buka counter jualan hape, jasa servis HP, jadi agen pulsa, distributor accessoris... sampai mendirikan pabrik handphone.

Dan itu merupakan peluang bisnis super menjanjikan buat dieksekusi jadi ladang bisnis guna meraup profit. Sebab di jaman modern seperti ini, siapa sih yang tidak butuh barang maupun jasa seperti itu?

Tapi sepertinya bidang itu kurang cocok untuk saya deh, Om...
Fine, no problem! Masih banyak cara gampang guna mendapatkan ide usaha tanpa harus beranjak dari tempat duduk.

Coba sekarang kalian alihkan pandangan ke sekitar arah kiri kanan.
Wait... Jangan buru-buru lanjut baca. Perhatikan secara seksama selama 30 detik saja.

Apa yang nampak? Meja, kursi, lampu, kopi, camilan, tembok, rumput, semut atau pacar?
Nah, benda-benda atau orang yang terlihat barusan itu juga merupakan sumber inspirasi  bisnis.

Kita ambil satu contoh meja misalnya. Bayangkan saja alur distribusinya hingga barang tersebut ada di depan mata. Maka kamu akan mendapatkan ide sekaligus peluang wirausaha brilliant. Alasannya: di rumah, sekolah, kantor, toko, restoran, rumah sakit, terminal, bandara, taman... semuanya memerlukan meja. Hanya makam saja yang mungkin tak perlu ada mejanya. Benar?

Sama halnya dengan kursi yang lagi kamu duduki sekarang bersama pacar

Oops! mungkin kamu sedikit mikir. Apa hubungannya pacar dengan bisnis? Serius dikitlah jangan kebanyakan becanda. Memang kekasih itu bisa dibisniskan? Yang benar saja kalau ngomong, Om... Belum pernah ditabok orang gila ya?

Sabar... jangan marah dulu. Ini beneran, gak lagi sedang ngelawak.

Begini... Jika merasa jadi pasangan yang baik, tentu memperhatikan apa yang sedang si dia bawa dan kenakan. Baju, celana, jaket, sepatu, sandal, kaca mata, arloji, tas... Itu yang dijadikan inspirasi bisnis. Bukan mengkomersilkan orangnya. Jelas?

Bagaimana? Semudah membalikkan tangan bukan cara mendatangkan ide bisnis? Tanpa dicaripun sudah muncul sendiri.

Atau kalau masih kurang banyak, cobalah strategi pergi ke pasar induk atau tempat keramaian lain (mall, terminal, stasiun). Catat apapun yang terlihat di sepanjang perjalanan dari rumah sampai ke pasar. Uraikan secara singkat  bagaimana kira-kira proses produksi sampai distribusinya. Saya yakin butuh kalkulator untuk menjumlah berapa banyaknya ide yang bisa didapat. Pasti ribuan!

Bagaimana Cara Menangkap Peluang Bisnis yang Menjanjikan?

Pada prinsipnya semuanya bisa jadi peluang potensial. Buktinya barang-barang tersebut diproduksi bukan? Kalau tak menguntungkan, otomatis tak ada seorangpun yang mau membuatnya.

Namun tentu tak semua gagasan itu bisa jadi peluang yang punya pospek cerah bagi setiap orang. Sebab kondisi tiap individu berbeda, dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal (lingkungan). Kamu bisa membuat beberapa alternatif pilihan berdasar kedua faktor tersebut.

Mulai dari Faktor Internal

Apa saja yang dimaksud faktor internal itu? Minat, bakat, mindset (pola pikir), relasi dan segala sesuatu yang menurutmu menarik untuk dijalani. Dalam tahap ini abaikan dulu apakah hal tersebut memungkinkan atau tidak.

Contohnya: Kamu hobi main game, lumayan bisa masak, punya hape sendiri, relasimu (teman, saudara, tetangga, kenalan) kebanyakan berprofesi sebagai kuli bangunan, kamu mikir kalau jadi artis itu enak. Ini misalnya loh ya!!

Berdasar “data pribadi” tersebut, coba catat ini: game, masak, handphone, bangunan dan artis. Lalu uraikan satu persatu kira-kira bisnis apa yang berhubungan dengan hal tersebut? Sepintas saja, tak perlu terlalu detail. Contohnya seperti gambar berikut ini:

contoh daftar ide bisnis berdasar faktor internal (minat bakat)

Itulah hasil tangkapan pertama berdasar peluang internal bisnis kalian.

Lanjut ke Faktor Eksternal

Caranya dengan survey. Pergilah berkeliling radius 1 s/d 3 kilometer di sekitar tempat tinggal atau lokasi lain yang ingin dijadikan tempat usaha (jika punya). Perhatikan secara seksama. Jika perlu buatlah sketsa semacam peta dan tandai hal berikut:

#1) Bangunan apa saja yang ada / banyak terdapat di sana? Perkampungan, perumahan, sekolah, perkantoran, sawah, ladang?

#2) Siapa saja yang mayoritas tinggal atau “berkeliaran” di sana? Buruh, pegawai, anak sekolah, mahasiswa, petani?

#3) Jenis usaha apa yang banyak terdapat di sana dan terlihat ramai dikunjungi pelanggan? Warung makan, bengkel, jasa salon, toko pracangan, foto copy, counter hp?

#4) Tempat usaha apa yang belum ada atau jarang ada di sana?

Catatan: Kalau Anda sudah lama tinggal dan hafal daerah tersebut, langkah ini bisa diabaikan. Dibayangkan saja sudah cukup. Karena kesannya memang kayak kurang kerjaan, terlalu lebay, bikin capek, buang waktu dan sebagainya.
 
Setelah survey lokasi, sandingkan coretan peta hasil “blusukan” tadi dengan daftar ide peluang bisnis yang telah dibuat sebelumnya. Kira-kira dari ide-ide tersebut mana yang punya peluang paling menjanjikan?

Contoh:
Hasil survey membuktikan: Di sekitar situ merupakan perkampungan padat penduduk dan perumahan yang otomatis banyak anak kecil. Ada satu perguruan tinggi sehingga banyak tempat kost. Tempat usaha yang sudah banyak dan ramai didatangi konsumen adalah warung, warnet, rental PS, counter pulsa HP dan foto copy. Usaha yang tak tertangkap mata adalah jasa renovasi rumah / gedung.
Maka berdasar minat bakat dan potensi pasar, kamu bisa menempatkan buka rental PS, warung makan, jasa catering, jual pulsa, jasa renovasi bangunan sebagai alternatif utama.

Cara Menentukan Jenis Usaha

Ini biasanya bagian yang paling kritis en bikin bingung. Banyak calon enterpreneur gagal mewujudkan mimpi jadi wirausahawan sukses di langkah ini.  Alasan paling klasik adalah masalah modal. Kebanyakan maunya buka bisnis itu yang gampang, tak pakai modal, kalau perlu nggak usah ngapa-ngapain duit datang menghampiri. Ahai...!! Lha kok nyimut?

Kembali ke pokok permasalahan yaitu cara menentukan jenis bisnis...

Mengacu pada contoh, maka bisnis inilah yang kelihatannya layak coba:

🎮 Buka rental PS jika punya modal untuk beli beberapa set PS 3/4.

Alasannya: Kamu suka main PS, jadi bisa melampiaskan hobi tapi menghasilkan. Tak perlu skill khusus untuk menjalankannya. Tak usah promosi, cukup tempel pamflet di gang anak kecil / anak kost akan datang sendiri. Tak perlu menggaji karyawan, cukup dijaga sendiri. Biaya operasional kecil, hanya butuh bayar listrik dan stock stick.

Kekurangannya: Hasilnya stagnant. Sulit berkembang. Tak bisa mengasah naluri enterpreneurship

⚉ Buka jasa renovasi / pemborong bangunan jika tak punya banyak modal

Alasan: Punya banyak relasi kuli dan tukang bangunan sehingga tak sulit mencari tenaga kerja. Tak perlu modal besar karena client biasanya bayar DP dengan sistem termin. Tak terpengaruh dengan kondisi lingkungan. Menjanjikan laba / keuntungan yang sangat besar. Prospek ke depan sangat menjanjikan karena kebutuhan akan hunian makin pesat.

Kekurangannya: Butuh skill tinggi secara teknis maupun dalam perhitungan. Resiko rugi tinggi jika salah perhitungan. Untuk mendapatkan order perlu perjuangan ekstra keras dalam jangka panjang.

👍 Buka warung, terima jasa pesanan catering, buka counter pulsa hp, jasa servis handphone juga bisa dijadikan lahan wiraswasta yang prospeknya cerah.

Yap. Itu tadi penjelasan panjang lebar tentang tips cara mencari, mendapatkan, memilih, memilah serta menentukan ide dan peluang bisnis disertai contoh. Intinya, semua sangat bagus untuk dijalankan. Tinggal menyesuaikan dengan minat, bakat serta kondisi sekitar. Cukup simpel untuk dipikirkan tapi kadang dibikin sulit untuk melakoninya.

Masalahnya sekarang kembali pada diri kita sendiri. Serius nggak ingin menjalaninya? Percuma punya ide segudang kalau sekedar di angan.

Kalau menurut saya sih cobalah dulu salah satu peluang yang tak perlu modal finansial besar. Jangan takut gagal. Anggap saja latihan mental. Siapa sangka bermula dari coba-coba nantinya malah jadi pengusaha besar. Sangat mungkin beberapa tahun kemudian kita berpikir gini: “Duit banyak tapi tak punya utang... Hadew, pusing gue!”
😁
Cukup sekian artikel yang kayaknya terlalu panjang ini. Maaf bikin pembaca ngantuk. Semoga saja Anda semua bapak, ibu, om, tante, adek, kakak, keponakan, tua, muda berhasil menemukan ide dan peluang bisnis yang menjanjikan kesuksesan super fantastis. Silahkan lanjut baca di postingan berikut ini bila masih ragu atau khawatir salah langkah: Tips Merencanakan Bisnis 👌

Facebook Comments

0 komentar