Perencanaan Bisnis Secara Matang

Posted By toni indriyatno on Wednesday, March 1, 2017 | 2:08 AM

Merencanakan bisnis secara matang sangat penting sebelum kita memulai usaha. Baik itu bisnis besar atau usaha kecil-kecilan. Planning yang bagus kemungkinan besar akan mendapat hasil sesuai harapan. Begitu pula sebaliknya. Perencanaan yang asal-asalan atau bahkan tanpa rencana, ibarat berjalan di tengah malam tanpa arah tujuan. Au ah, gelap!

Ah, itu kan cuma teori. Kalau terus berplanning ria, kapan actionnya om?

Komentar semacam itu persis seperti prinsip saya dulu saat memulai usaha jasa. Yang penting dijalani saja dulu, urusan belakangan. Hasilnya? Boro-boro sukses. Bisnis pertama saya bangkrut hanya dalam hitungan bulan!

Berdasar pengalaman itulah saya memberanikan diri berbagi informasi betapa pentingnya membuat perencanaan bisnis yang mantap sebelum kita memulai usaha. Tujuanya agar pembaca, terutama anak muda yang ingin berwiraswasta tidak mengalami kegagalan dini dalam bisnis. Asal tahu saja, gagal berbisnis itu sakitnya tuh di sini. Modal habis... hutang belum terbayar... Pokoknya lebih ngenes dibanding putus cinta deh

Baiklah. Tanpa menunggu lama, langsung saja kita ulas. Hal apa saja sih yang harus disiapkan dalam merencanakan bisnis secara matang sebelum mulai usaha itu?

1. Persiapan Mental

Menyiapkan mental adalah hal pertama yang harus dilakukan sebelum mulai berbisinis. Siapkah anda menghadapi tantangan dalam wirausaha? Resiko untung dan rugi dalam dunia bisnis itu seperti berjalan di atas jembatan darurat. Jika berhasil melewatinya, kesuksesan ada di seberang sana. Jika tidak hati-hati, anda bisa terpeleset jatuh ke sungai.

Bukan bermaksud menakut-nakuti. Tapi itulah konsekwensi logis bagi usahawan yang harus dihadapi. Kesuksesan berbanding lurus dengan resiko. Apakah anda berani?

2. Menentukan Jenis Usaha

Sebelum memilih akan menekuni bidang bisnis apa, sebaiknya anda melakukan riset atau survey kecil-kecilan dulu. Apakah anda akan menjalankan bisnis sesuai minat dan keahlian atau berdasar potensi pasar? Keduanya punya kelebihan dan kelemahan.

Nilai plus memulai usaha dibidang yang kita kuasai dan sukai adalah kita sudah punya bekal untuk mengelola bisnis tersebut sehingga lebih mudah menjalaninya dengan enjoy. Kekurangannya, belum tentu jenis usaha tersebut punya prospek bagus.

Kelebihan mengambil jenis usaha berdasar potensi pasar adalah: kepastian bisnis yang akan ditekuni sudah jelas banyak peminatnya dan menjanjikan laba besar. Kekurangannya: Tingkat persaingan sangat tinggi. Ini sangat cocok bagi pengusaha yang suka dengan tantangan.

Jenis usaha apa yang akan anda pilih? Ukur sendiri kemampuan anda. Untuk bisnisman pemula sih saya lebih menyarankan opsi pertama. Hitung hitung mengasah ilmu bisnis. Nanti kalau sudah jago baru melebarkan sayap ke jenis usaha kedua.

Kalau kebetulan bidang keahlian anda punya prospek pasar menjanjikan, itu merupakan keberuntungan luar biasa. Segera resign dari pekerjaan, say hello good bye pada profesi karyawan dan cepatlah tidur mulai jadi boss!

3. Cari Lokasi Bisnis

Selanjutnya adalah mencari lokasi yang tepat sesuai jenis bisnis. Ingat slogan bagi murid tukang nyontek saat kita sekolah dulu: “Posisi menentukan prestasi.” Hal ini juga berlaku dalam dunia wiraswasta. Semakin strategis tempat usaha, semakin besar kemungkinan akan diserbu konsumen. Lihatlah, toko yang laris manis biasanya terletak di tempat keramaian dan strategis.

Apabila usaha yang akan ditekuni bisa ditempatkan di rumah, langkah ini bisa diabaikan. Bisnis jasa biasanya (tidak semuanya loh ya) tak terlalu dipengaruhi oleh lokasi. Asal akses menuju tempat usaha mudah ditemukan oleh customer, tak masalah walau usahanya nyelempit di dalam gang. Contohnya: jasa servise panggilan, jasa rias pengantin, jasa desain website dan sejenisnya

4. Modal

Ini yang paling penting. Walau sudah punya kesiapan mental, bidang bisnis telah mantap, lokasi juga sudah ready... Tapi kalau tak punya modal ya sama aja bohong!

Kan banyak bisnis yang tanpa modal om? Tuh banyak info di internet menawarkan peluang usaha cuma modal dengkul doang. Mudah dan bisa cepat kaya

Eh, saya tanya sekarang. Apakah dengkul itu tak termasuk modal? Lagipula jika ada bisnis yang mudah, tanpa modal serta bisa bikin cepat kaya, logikanya tak akan ada orang Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Betul?

5. Action

Jika semua persiapan sudah direncanakan secara matang, tunggu apa lagi? Tak perlu ragu. Segera ke TKP!

Jangan menunda keputusan terlalu lama. Kesempatan yang sudah ada di depan mata nanti keburu diambil pesaing kalau kita masih terperangkap dalam keraguan. Makin cepat beraksi makin mendekatkan kita pada kesuksesan.

Kalau nanti gagal gimana om?

Buang jauh-jauh pikiran negatif tersebut dari mindset anda. Berpikir gagal sebelum memulai bisnis sama artinya dengan merencanakan kegagalan. Optimislah bahwa usaha yang akan kita jalankan itu akan berhasil.

Kalau setelah semua tips ini dijalankan dan ternyata gagal juga, apa om mau tanggung jawab?

Sebelum menjawab, saya tanya dulu. Kalau usaha yang anda jalankan berhasil, apa anda akan memberikan keuntungannya pada saya?
“Orang lain hanya bisa mempengaruhi. Tapi keputusan mutlak ada di tangan Anda dan sepenuhnya jadi tanggung jawab Anda. Jadi, jangan pernah menimpakan kesalahan pada orang lain!!” 

Hanya itu doang tipsnya om?

Sebenarnya rumusan dalam dunia usaha itu sangat kompleks. Masih banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan sebelum memulai berbisnis. Tapi menurut saya kelima point di ataslah yang paling penting. Cukuplah kalau dipakai sebagai acuan guna membuka usaha mikro sekelas UMKM. Beda kalau mau buka PT kaliber perusahaan multinasional. Anda harus menyewa jasa konsultan bisnis profesional untuk membantu menyusun business planning yang super matang.

Semoga tips sederhana ini ada manfaatnya. Terserah mau dijalankan atau tidak. Saya menulis ini berdasar pengalaman yang pernah gagal menjalankan bisnis jasa gara-gara modal nekad dan tak punya perencanaan matang sebelum memulai usaha. Silahkan tambahkan di kolom komentar jika anda punya tips lain untuk melengkapi pembahasan ini. Terima kasih.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Blog, Updated at: 2:08 AM

0 comments:

Post a Comment