Cara Mengelola Keuangan Usaha Kecil Agar Cepat Besar

Tips cara mengelola keuangan usaha kecil ini saya tulis berdasar pengalaman pribadi dan hasil sharing beberapa rekan pengusaha mikro UMKM yang bergerak dalam berbagai bidang usaha bengkel, laundry, katering, sewa alat pesta, warung, toko kelontong, toko bangunan, wirausaha kopi dll. Tujuannya supaya menjadi bahan pembelajaran cara mengatur / mengelola keuangan yang baik bagi pebisnis pemula, terutama yang menjalankan bisnis modal kredit (hutang bank)

Salah satu sebab usaha sulit berkembang bahkan bangkrut adalah karena kesalahan dalam mengelola keuangan perusahaan selain faktor intern dan ekstern lain. Sering terjadi dalam menyusun manajemen finansial sudah bagus. Tapi karena tidak disiplin dan tidak dijalankan dengan benar, akibatnya besar pasak daripada tiang. Artinya arus kas masuk lebih kecil dibanding arus kas keluar

Ada sedikit perbedaan cara mengatur keuangan wirausaha kecil bidang perdagangan (warung kuliner, toko) dengan cara mengelola keuangan usaha jasa (bengkel, laundry, katering, rental persewaan) dan usaha produksi (konveksi, UMKM makanan minuman dll). Tapi secara garis besar prinsipnya sama

Berikut adalah tips menyusun, mengatur dan mengelola keuangan usaha mikro kecil menengah yang baik menurut saya. Tapi sebelumnya maaf, ini bukan nasehat keuangan yang musti ditelan mentah-mentah. Kita belajar saling koreksi saja. Siapa tahu bermanfaat
nasehat keuangan buat pengusaha kecil menengah UMKM
tips mengatur keuangan usaha mikro

1. Tentukan target laba yang ingin dicapai

Tentukan berapa jumlah uang (keuntungan) yang ingin anda dapatkan dalam jangka waktu tertentu. Target jangka pendek perbulannya berapa dan target jangka panjang pertahunnya berapa?

Dengan menentukan target hasil profit yang ingin dicapai, memudahkan kita dalam alokasi keuangan bisnis

Contoh: Jika target laba bersih bulan ini 10 juta tapi ternyata hanya mampu membukukan keuntungan 9 juta, maka tunda dulu keinginan anda untuk beli gadged baru, kredit mobil atau kepentingan life style yang tak ada hubungannya dengan peningkatan wirausaha. Lebih baik uangnya dipakai menambah modal usaha sehingga cashflow makin besar sehingga membuka peluang mendapatkan laba lebih besar pada bulan berikutnya

Kecuali keuntungan yang berhasil diraup 2-3 kali lipat dari target sih bebas duitnya mau dipakai buat ekspansi usaha, investasi atau foya-foya tidak masalah. Intinya kalau usaha masih kecil harus berani sengsara dulu, jangan tergoda gaya hidup para sultan. Nuruti gengsi bisa mati boss!

2. Menggaji diri sendiri

Menggaji diri sendiri merupakan cara terbaik memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi (rumah tangga). Dan masalah mencampuraduk finansial ini sering dilakukan pengusaha mikro kecil. Termasuk juga saya dulu sebelum membuka rekening tabungan pribadi dengan rekening usaha secara terpisah

Berapa gaji pribadi yang ideal? Itu terserah anda, situ kan bossnya. Baiknya sih melihat besar kecilnya omset usaha yang dijalankan. Minimal setara dengan nilai upah minimum regional (UMR) yang berlaku. Kan gak lucu kalau gaji juragan lebih rendah dari gaji karyawan

Kalau mengandalkan ‘gaji boss’ kapan pikniknya? Sabar, wirausaha kecil harus mampu menahan diri, berusaha bersikap profesional. Nanti kalau tutup buku akhir tahun anda bisa ambil jatah ‘deviden’ saham dari modal uang dan jerih payah yang telah kita keluarkan

3. Buat sistem pembukuan keuangan yang baik

Cara membuat sistem pembukuan keuangan yang baik pada usaha kecil tidak harus ribet. Kita bisa pakai excell, aplikasi akuntansi android atau mencatat pengeluaran – pemasukan sederhana di buku manual. Yang penting semua angka transaksi pembelian – pembelian, biaya produksi – operasional serta arus kas tercatat rapi sehingga jelas terlihat laporan rugi laba bisnis kita

Tujuan dan manfaat membuat catatan laporan keuangan usaha yang terstruktur, sistematis dan masih (TSM ni ye...) antara lain:

  1. Memudahkan dalam menganalisa rugi laba
  2. Menjadi acuan dalam menyusun strategi bisnis periode berikutnya
  3. Sebagai pertimbangan apakah usaha cukup profitable untuk dilanjutkan atau ditutup
  4. Membantu dalam menentukan prioritas alokasi anggaran finansial usaha
  5. Menginformasikan jenis produk yang laku maupun yang kurang diminati konsumen
  6. Dibutuhkan saat mengajukan pinjaman modal bank atau mencari sumber pendanaan investor

Sebagai entepreneur sebaiknya belajar membuat sistem akuntansi keuangan yang baik dan benar. Nanti setelah usaha kecil kita berkembang jadi bisnis besar pasti sangat bermanfaat. Taruhlah nantinya punya beberapa bidang usaha yang dikelola karyawan, kita tidak gampang dibodohi kalau paham akuntansi

4. Terapkan kebijakan efisiensi keuangan usaha

Efisiensi keuangan penting guna menghemat berbagai biaya yang bisa ditekan seminim mungkin. Beberapa kebiasaan sepele yang anda atau pegawai anda bisa bikin anggaran membengkak. Coba perhatikan apakah komputer atau mesin terus menyala sepanjang jam istirahat sehingga tagihan listrik membengkak? Apakah anda terlalu sering chatting gak penting waktu jam kerja? Apakah penataan barang digudang berantakan sehingga beresiko dagangan rusak terjatuh?

Hal-hal kecil seperti itu harus dicegah dalam rangka efisiensi keuangan perusahaan. Sebab jika dibiarkan berlanjut dan jadi budaya kerja bakal membebani keuangan perusahaan. Intinya usahakan untuk:

  1. menghemat / mengurangi biaya operasional perusahaan
  2. menurunkan / meminimalkan biaya produksi
  3. Menekan berbagai beban pengeluaran lain yang banyak menyedot anggaran keuangan usaha

Untuk penjelasan detail silakan baca artikel berjudul cara efisiensi keuangan perusahaan yang telah kami publikasikan sebelumnya.

5. Hati-hati mengelola hutang piutang

Dalam dunia bisnis, utang piutang merupakan hal umum. Baik itu kredit modal bank, hutang barang antar resellerdengan supplier dalam bisnis perdagangan, piutang pemasok bahan baku ke pelaku usaha industri, utang uang muka / DP dari konsumen untuk wirausaha jasa produksi dll

Hati-hati jika anda dalam posisi sebagai debitur (pihak yang berhutang). Banyak yang bilang hutang merupakan uang panas dalam berbisnis. Gunakan dengan bijak hanya untuk keperluan kemajuan bisnis. Jangan karena ingin dipandang wah lantas memakainya buat beli hal gak penting. Banyak kasus usaha bangkrut terlilit utang gara-gara kesalahan dalam mengelola uang bank

Hati-hati juga jika dalam posisi kreditur (pemberi pinjaman berupa uang maupun barang). Pelajari karakter mitra bisnis anda saat berinvestasi atau memasok produk dengan sistem bayar mundur
Contohnya anda buka usaha konveksi atau distributor pakaian. Karena persaingan ketat, banyak reseller yang ogah bayar cash saat kulakan di toko grosir anda. Maka anda harus tahu betul track record reseller tersebut sebelum melepas barang dagangan

6. Percepat siklus transaksi penjualan

Strategi sukses usaha kecil agar cepat besar terletak pada kecepatan perputaran uang / modal. Jangan biarkan modal nganggur terlalu lama. Sebab hukum bisnis itu simpel sebenarnya: kulakan -> jual -> kulakan lagi -> jual lagi. Begitu seterusnya. Makin cepat siklus transaksi jual beli makin bagus. Kalau perlu sedikit mengurangi marjin laba untuk mempercepat arus kas. Caranya?

  1. Lakukan promosi, berikan diskon
  2. Bangun jaringan pemasaran seluas-luasnya
  3. Menjaga konsumen tetap loyal
  4. Perbanyak produk yang paling banyak dicari konsumen dan kurangi stok produk yang jarang peminatnya
  5. Perbaiki kualitas produk barang dan jasa yang dijual
  6. Pangkas jalur distribusi produk

Tambahkan sendiri bagaimana cara mempercepat cash flow atau siklus transaksi yang efektif sesuai bidang usaha masing-masing. Intimya bagaimana kita bisa menjual menjual sebanyak-banyaknya dalam tempo sesingkat-singkatnya dengan marjin laba yang masuk akal. Sukur kalau marjin proftnya gede, pasti cepat kaya. Udah gitu aja, simpel!

7. Gunakan sisa uang untuk ekspansi usaha

Para ahli ekonomi bisnis dan keuangan menyarankan: “jangan masukkan beberapa telur dalam satu keranjang jika tak ingin semuanya pecah jika keranjangnya terjatuh.” Artinya jangan investasikan uang anda dalam satu jenis bisnis. Ekspansilah ke beberapa bidang usaha sehingga jika salah satu bisnis anda kolaps bisa tertutup oleh keuntungan bisnis lainnya

Saya sempat tertawa saat berdiskusi dengan teman tentang analogi telur ini. Dia bertanya, kalau cuman punya satu telur ayam gimana? Rekan yang lain nyelutuk, jual lalu belikan beberapa butir telur cicak biar bisa ditaruh dalam beberapa keranjang. Hahaha...

Menurut opini saya pribadi sih sebaiknya fokus terlebih dulu untuk membesarkan bisnis kecil kita. Nanti setelah kuat secara finansial kita bisa ekspansi merambah lini usaha lain
“Lebih baik menetaskan sebutir telur naga daripada 1000 butir telur cicak”
Oke mas boss dan mbak boss, demikian ulasan sederhana tentang tips mengelola keuangan usaha dagang, produksi maupun bisnis jasa yang bisa saya bagikan. Seperti kata ahli, “jangan pernah minta nasehat keuangan pada orang miskin”, maka anda tak wajib mengikuti saran ini. Mengapa? Karena realitanya si penulis sendiri belum masuk kategori layak untuk kasih kata kata nasehat orang kaya

Facebook Comments

0 komentar

Jika berkenan silahkan kirim komentar, memberi masukan, kritik yang membangun, share pengalaman atau promosi bisnis anda sesuai materi pembahasan