Cara Mempertahankan Pelanggan Tetap Setia

ciri-ciri pelanggan potensial
customer setia
Tips pemasaran - Mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan. Kata kata kiasan tersebut berlaku juga dalam dunia bisnis. Saya sudah membuktikan bahwa mencari konsumen itu susah. Tapi lebih susah lagi adalah menjaga pelanggan tetap loyal dan tidak pindah ke pesaing

Bagi pengusaha / pedagang, merupakan kerugian besar jika jerih payah kita memasarkan dan mempromosikan produk barang maupun jasa hanya mampu menggaet pembeli firt to end – sekali beli dan tak akan pernah kembali. Padahal kita tahu ciri-ciri orang tersebut potensial menjadi pelanggan tetap yang butuh dagangan kita secara kontinue

Bagaimana cara menjaga konsumen supaya tetap setia? Apa sebab konsumen tidak balik lagi sehingga usaha sepi? Dari berbagai referensi dan pengalaman pribadi, berikut adalah tips supaya pelanggan tidak kabur. Dengan kata lain cara agar pelanggan tidak direbut oleh pesaing

1. Mengerti keinginan pelanggan

Kalau dianalogikan hubungan penjual dan pembeli adalah sepasang kekasih, mengerti akan keinginan pacar adalah salah satu cara untuk mempertahankan hubungan. Ketika anda terlalu egois mementingkan diri sendiri (cari laba) dan tak mengindahkan kemauan si dia (produk bagus - harga sesuai), jangan salahkan dia kalau berpaling pada orang lain (pesaing)

Banyak usahawan mengeluh bisnisnya yang semula ramai berangsur sepi. Bisa jadi salah satu penyebabnya karena kurang ‘pengertian’ sama pelangannya. Sementara pesaing telah melakukan ‘rayuan’ maut berupa: kualitas produk lebih bagus, desain model lebih menarik, harga lebih murah, pelayanan lebih memuaskan dan keunggulan lain

Percayalah dengan kata-kata mutiara dagang ini: “... konsumen selalu ingin dimengerti”

2. Perlakukan semua pelanggan secara ‘istimewa’

Tips kedua agar customer tetap loyal adalah dengan cara memperlakukan mereka semua secara “istimewa”. Buatlah konsumen  merasa diprioritaskan, dihargai juga dimengerti. Contoh konkritnya seperti ini:

Beritahu pelanggan jika ada varian produk baru, event atau promo. Hal ini bisa anda lakukan jika sebelumnya telah melisting database pelanggan yang memuat nama, alamat, nomor telepon, whatsapp, email dll atau punya fanspage di sosial media. Kirim pesan pada mereka dengan kata kata promosi yang membuat mereka merasa spesial. Contoh:
Gunakan kode “diskon-spesial-50” untuk mendapatkan potongan harga 50.000,- tiap pembelian baju anak di toko kami. Berlaku s/d 31 desember
Memberikan souvenir berupa kalender, gelas, piring, gantungan kunci bahkan parcel lebaran untuk pelanggan tetap dengan akumulasi nilai pembelian besar selama setahun juga merupakan trik jitu menjaga konsumen tetap loyal

3. Pertahankan lokasi usaha dan kontak tidak berubah

Usahakan tidak pindah tempat usaha jika ingin menjaga pelanggan setia anda. Percaya atau tidak, tiap lokasi membawa hoki tersendiri. Saya pernah terpaksa memindahkan bengkel ke lokasi lain dan dampaknya terjadi penurunan omset cukup signifikan. Untuk pulih seperti semula butuh waktu lama. Bisa dikatakan pindah tempat usaha itu hampir sama dengan memulai bisnis dari nol lagi

Saya juga pernah kehilangan kontak hampir semua pelanggan tetap saat layanan telepon flexy tutup. Kalau ini murni kesalahan saya sendiri sih karena tidak cepat tanggap memberitahu pelanggan tentang perubahan nomor kontak telepon. Akibatnya mereka tidak bisa menghubungi ketika butuh dan akhirnya beralih ke tempat lain

Jadi pertahankan tempat usaha dan nomor kontak (telepon, fax, WA, email, website, fanpage) tidak berubah untuk menjaga pelanggan. Terutama untuk jenis usaha offline yang pangsa pasarnya masyarakat lokal. Contohnya toko retail - grosir, bengkel, salon, rental persewaan, catering, rumah makan, laundry dan sejenisnya. Untuk bisnis online mungkin tidak seberapa dampaknya

Jika terpaksa harus memindahkan alamat usaha dikarenakan kontrak rukonya tidak bisa diperpanjang, kena gusur proyek pelebaran jalan, terjadi bencana, ingin pindah karena lokasi baru lebih strategis atau sebab lain; sebaiknya jauh jauh hari sudah melakukan sosialisasi dengan pelanggan. Beritahu lewat email, sms, WA, grup, fanspage sosial media bahwa mulai tanggal bulan sekian akan pindah ke alamat baru

Siapa tahu dengan pindah lokasi justru lebih membawa keberuntungan. Selain masih diserbu pelanggan lama yang tetap loyal juga mendapatkan pelanggan baru dari masyarakat sekitar. Tapi apapun yang terjadi harus tetap optimis

4. Tersenyum ramah pada konsumen

Tersenyum ramah dan ucapan “silahkan, maaf, terima kasih” merupakan bagian dari pelayanan prima yang terlihat mainstream namun berdampak besar pada pelanggan. Sering baca review konsumen yang merasa puas atau kekecewaan atas pelayanan suatu tempat usaha bukan? Pemberian rating bintang lima atau bintang satu lebih banyak dari masalah sikap pelayan atau pemilik usaha saat melayani konsumen. Contohnya lihat gambar screenshot berikut

Maka penting dalam merekrut customer service, pramuniaga / pelayan toko, sales marketing serta karyawan yang berhubungan langsung dengan konsumen sebaiknya pilih pegawai yang ramah. Jangan tempatkan pegawai bermuka jutek, suka cemberut dan tidak simpatik di bagian penting ini. Biarpun produk barang atau jasa yang anda tawarkan bagus, harganya murah tapi pelayanannya kurang ramah, percayalah cepat atau lambat pelanggan akan pindah ke pesaing yang lebih menghargai pembelinya

5. Patok harga kompetitif

Harga dianggap raja dalam dunia bisnis - baik yang bergerak dalam bidang usaha produksi, perdagangan maupun jasa. Walau menurut saya itu tidak sepenuhnya benar, selisih harga terlampau mahal pasti jadi bahan pertimbangan konsumen dalam membeli. Kecuali produk exclusive dari brand kenamaan dimana faktor gengsi membuat orang rela membayar puluhan juta untuk selembar kaos Supreme

Mematok harga kompetitif di sini dalam arti sesuai dengan kualitas dan tidak terpaut jauh dari pesaing. Misalnya toko sebelah menjual sepasang sandal Lily seharga 25 ribu, kita jual kisaran 23 ribu sampai 28 ribu. Kalau kita jual 50 ribu tentu tidak masuk akal. Siapa mau beli?

Tapi jangan terjebak dengan strategi perang harga yang justru merugikan. Misalnya harga kulakan 20 ribu terus dijual 19 ribu biar laris kan konyol namanya. Mungkin itu bisa dilakukan dengan menjual rugi salah satu item dan berharap konsumen membeli item lain yang kita patok lebih mahal guna menutupi kerugian. Tapi menurut saya itu cara tidak sehat jika dilakukan terus menerus. Kecuali pada event promo tertentu untuk menarik minat pelanggan

6. Jaga nama baik brand dalam ingatan pelanggan

Cara keenam menjaga pelanggan agar tidak diserobot pesaing adalah dengan menjaga supaya mereka mengingat bukan hanya produk yang kita jual, tapi juga mengingat kita sebagai penjual. Sebab banyak oang menjual produk sama dengan yang kita pasarkan. Kalau mereka lupa bahwa kita adalah penjual istimewa, siapa jamin tidak beli di toko sebelah?

So, menjaga nama baik ‘brand usaha’ itu sama pentingnya degan menjaga ‘brand merk’. Kita ambil contoh produk HP Samsung. Mengapa setiap kali mengeluarkan type handphone terbaru selalu laris di pasaran? Karena pembeli ingat produsennya adalah Samsung yang punya reputasi memproduksi ponsel berkualitas bagus dengan harga terjangkau


Demikian tips tentang cara menjaga dan mempertahankan pelanggan tetap setia. Semoga bisnis anda makin berkembang pesat, ramai tak pernah sepi pelanggan. Akhir kata terimakasih telah membaca artikel sederhana ini

This Is The Newest Post
Facebook Comments

1 komentar:

Terima kasih, tipsnya mantap betul. Memang menjaga loyalitas pelanggan itu gampang2 susah. Apalagi kalau jualan produk yang pangsa pasarnya emak2. Selisih harga sembako 100 perak saja sangat berharga :)

Balas

Jika berkenan silahkan kirim komentar, memberi masukan, kritik yang membangun, share pengalaman atau promosi bisnis anda sesuai materi pembahasan

This Is The Newest Post