Marketplace Qlapa.Com Tutup: Apa Sebab?

mengapa qlapa bangkrut dan terpaksa tutup?
start up qlapa resmi ditutup
Pagi ini saya terkejut. Saat browsing “marketplace produk kerajinan Indonesia” dan masuk ke website qlapa.com, tampilannya beda. Tidak ada satupun produk terdisplay, begitupun dengan beragam menu lain. Hanya ada halaman statis dengan judul: Sebuah Epilog

Ya, Qlapa: situs e-commerce / marketplace online khusus untuk produk handmade buatan para pengrajin Indonesia tersebut resmi ditutup! Padahal start up yang mulai beroperasi 1 November 2015 dinilai sukses menjembatani penjualan ribuan produk kerajinan tangan unik made in UMKM lokal. Apa penyebab qlapa tutup ya?

Berikut adalah kata-kata perpisahan yang ditulis oleh manajemen PT Qlapa Kreasi Bangsa:


Hampir 4 tahun yang lalu, kami memulai Qlapa dengan misi memberdayakan perajin lokal. Banyak pasang surut yang kami alami dalam perjalanan yang luar biasa ini. Kami sangat berterima kasih atas semua tanggapan positif dari para penjual, pelanggan, dan media. Dukungan yang kami terima sangat luar biasa dan membesarkan hati.

Selama masa yang indah itu, perjalanan Qlapa telah dimuat di berbagai media yang mendengar misi kami. Aplikasi mobile Qlapa dianugerahi sebagai "Hidden Gem" oleh Google Play dan kami juga dianugerahi sebagai salah satu start up dengan pertumbuhan paling menjanjikan oleh majalah Forbes Asia.

Kami sangat senang telah menyalurkan puluhan miliar rupiah hasil penjualan kepada para perajin kami. Sedikit-banyak kami telah berperan dalam mempromosikan produk-produk buatan tangan para perajin Indonesia. Tim kami mengalami masa-masa yang menyenangkan dan kami telah berusaha memberikan yang terbaik.

Melihat ke belakang, kami bersyukur telah melewati perjalanan yang luar biasa ini. Sayangnya bagi kami, perjalanan romantis ini harus berakhir. Kami tidak dapat membuat Qlapa menjadi bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan.

Kami masih percaya pada kualitas, cerita, dan rasa cinta terhadap produk kerajinan tangan Indonesia. Masih ada tugas yang perlu dilakukan, ada mimpi-mimpi yang harus diwujudkan. Tapi untuk sekarang, kami harus mengucapkan selamat tinggal. Layanan kami tidak lagi tersedia mulai 2019.

Sebuah keputusan yang sulit, namun harus kami ambil.

Kami berharap yang terbaik untuk para penjual, yang telah menjadi mitra bisnis kami selama bertahun-tahun. Kami sering kali terkagum dan terinspirasi oleh kisah dan produk mereka. Terima kasih telah mempercayai kami dan memberi kami kesempatan untuk mencoba.

Dengan tulus kami berharap, misi kami untuk memajukan produk-produk kerajinan tangan Indonesia dapat didengar dan akan ada yang melanjutkan dan memberdayakan kreativitas para perajin Indonesia.

Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada para pelanggan, mitra, dan karyawan kami. Qlapa tidak akan pernah mencapai semua ini tanpa kalian. Semoga kita dapat berjumpa dan bekerja sama kembali di lain kesempatan.

Salam hangat,
Qlapa.

Melalui koleksi foto yang diunggah hari sabtu, 2 Maret 2019 pukul 18.46 pada akun fanpage Facebook Qlapa, banyak seller yang menyayangkan, mengapa ditutup?

apa pendapat anda terkait ditutupnya qlapa.cm?

Seperti akun Farida Munthe pemilik DATHE Handmade berkomentar
Kami salah satu seller di qlapa.com, DATHE Handmade. Sangat prihatin mengetahui kabar ini. Website yang sangat membantu kami pengerajin rumahan untuk berani menawarkan karya kami keluar. Semoga segera ada kabar baik bagi kelanjutan QLAPA kedepannya. Karena saya sudah menilik beberapa website serupa tetapi tidak ada yang se solid QLAPA. Salam hormat dan terimakasih buat para staff penjual yang sangat sabar dan bersahabat. Semangat

Dara Ervira Em Us juga merasa kehilangan
Sedih.. Sebagai seller aksesoris handmade saya banyak terbantukan oleh qlapa. Adminnya pun sangat luar biasa mendampingi setiap permasalahan sampai tuntas. Semoga qlapa bangkit

Dini Prima Yuniarsih
Waaaa...sayang banget kak. Saya salah satu sellernya (AVE) Dulu banget diajak sama tim pencari seller qlapa, dilayani sangat baiiiik sekali. karena qlapa dulu saya ada penjualan, waktu awal2 merintis. Semoga ada kabar baik ya. Gak ada e commerce yg kayak qlapa, karena kerajinan itu punya pasar yg unik. Dan qlapa bisa menjembatani antara seller dan buyernya. Terimakasih @Qlapa.com, semoga engkau bangkit kmbali dgn lebih baik lagi 
-------------------------------------------------------------
Sayang sekali memang mengapa start up sebagus Qlapa bisa gagal dan terpaksa harus tutup. Padahal banyak pengrajin UMKM terbantu dengan hadirnya marketplace yang pernah dinobatkan sebagai salah satu start up dengan pertumbuhan paling menjanjikan oleh majalah Forbes Asia. Juga pernah dianugerahi sebagai aplikasi "Hidden Gem" oleh Google Play

Tidak hanya ribuan UMKM / IKM pengrajin yang merasa kehilangan wadah digital marketing agency. Pelanggan yang sering beli produk melalui marketplace ini juga menyayangkannya. Berikut adalah beberapa komentar pelanggan yang kami kutip dari laman Facebook:
-------------------------------------------------------------
Johnny Palanto dengan gaya bahasa melankolis menulis:
Qlapa.com anda adalah mantan terindah dalam kamus belanja onlineku.. disinilah tempat menemukan produk bahan kulit berkualitas handmade asli made in Indonesia.. dari akhir tahun lalu menunggumu, lalu keputusan pahit 'break' yang harus kuterima... Andaikan kau datang kembali jawaban 'yes' 200% akan kuberikan

Winda Putri Kusdiana
I'm sorry to hear that ?? Padahal belanja produk kerajinan indonesia yg berkualitas bisa dengan mudah kita dapatkan di Qlapa.com. Saya pernah beli kain, baju batik dan sepatu batik disini. Dan kualitasnya sangat bagus. Terima kasih Qlapa.com

Asanti Astari
Tim Qlapa, mau dong bikin sesi sharing kenapa memutuskan dihentikan. Biar kami" yg mau menjajaki dunia startup bisa belajar dari pengalaman kalian. Sekedar ide aja ?? makasii

Komentar netizen selengkapnya bisa anda baca di SINI
Belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak manajemen apa alasan penyebab start up Qlapa.Com ditutup diusia terbilang muda. Kami akan update infonya jika sudah ada infonya biar tidak penasaran
Facebook Comments

0 komentar