Enak Jadi Pengusaha atau Karyawan? Ini Realitanya

kelebihan dan kerugian jadi karyawan
lebih oke jadi boss atau bawahan?
Karyawan vs pengusaha: enak jadi karyawan atau wirausaha sendiri? Benarkah jadi pengusaha lebih menguntungkan dibanding karyawan? Cek realitanya sebelum ambil kesimpulan. Kalau ada alternatif lain, saya pasti memilih jadi pengangguran tapi punya banyak uang 😃 Yang setuju angkat jari

Waktu masih muda saya pernah jadi buruh. Kemudian buka usaha sendiri (istilah kerennya pengusaha muda walau masih skala kecil). Jadi tahu betul perbedaan, untung rugi, kelebihan kekurangan jadi karyawan dibanding boss.

Menurut pengalaman pribadi, mau jadi pekerja atau wirausahawan itu sama saja. Pada saat masih jadi karyawan dulu saya berfikir, enak ya jadi boss. Kerjanya bebas, tinggal perintah bawahan. Bisa marah marahin anak buah jika mereka melakukan kesalahan

Itulah sebabnya saya kemudian berhenti kerja dan mulai merintis usaha sendiri (selain alasan jadi pengusaha muda itu terlihat keren). Tapi realitanya tak seindah bayangan. Ada enaknya ada tidak enaknya sih

Oke, kita bahas karyawan versus pengusaha dari beberapa aspek sudut pandang biar anda yang sekarang tertekan oleh sikap atasan mengerti bahwa tak selamanya jadi boss itu enak

Karyawan vs pengusaha ditinjau dari aspek kebebasan kerja

Salah satu motivasi saya jadi pengusaha (masih skala kecil loh ya bukan bisnisman besar) karena ogah diperintah-perintah dan ingin bebas. Saya pikir ngapain kerja mati-matian toh gajinya segitu-gitu doang. Sama sama capek lebih enak mengelola usaha sendiri, hasilnya dinikmati sendiri. Kalau mau dapat uang banyak ya rajin, kalau pas lagi males ya sebodoh amatlah, toh ada pegawai yang bisa kita perintah buat menyelesaikan

Saya memang bisa memerintah karyawan. Tapi tetap saja saya tidak bisa bebas semau gue karena ganti “diperintah” oleh konsumen yang notabene kadang tuntutannya lebih “kejam” daripada tugas yang diberikan oleh atasan saya waktu masih kerja dulu

Tahu kan apa tuntutan konsumen secara umum? Hasil produk bagus harga murah. Khusus untuk bidang bisnis jasa seperti bengkel yang saya jalankan: unsur pelayanan, kerapian, ketepatan dan kecepatan pekerjaan mutlak diperlukan untuk memenuhi keinginan pelanggan. Apes kalau nemu konsumen nyinyir yang maunya harga murah tapi banyak maunya. Ya itulah resiko bisnis, suka tidak suka harus dijalani

Tapi bagi saya untuk aspek kebebasan kerja lebih enak jadi wirausahawan. Paling tidak jam kerjanya lebih fleksibel tak terikat jam kantor. Kalau boss tidak nongol di kantor mah tak ada yang mempertanyakan. Beda kalau karyawan mah terlambat masuk saja sudah diinterogasi, ya kan?

Beda penghasilan wirausaha dengan karyawan 

Ditinjau dari faktor pendapatan, ada plus minusnya. Karyawan lebih tenang karena memiliki penghasilan tetap. Mau perusahaan untung atau rugi gajinya sama saja. Tapi ya itu tadi, sifatnya limited edition

Sedangkan pengusaha peluang penghasilannya unlimited dan merupakan salah satu cara cepat kaya raya. Tapi dia harus menanggung resiko untung rugi. Kalau labanya besar pendapatannya bisa 1000 kali lebih besar dibanding karyawan. Kalau rugi? Seluruh asset yang dimiliki bisa ludes. Ujungnya berimbas juga ke karyawan. Iyalah, kalau perusahaan bangkrut otomatis pegawainya kena PHK

Dalam hal penghasilan, kalau anda bekerja sebagai karyawan yang gajinya 10x di atas UMR sebaiknya tetap jadi karyawan. Hiduplah dengan hemat dan investasikan sisa gaji tersebut sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu kena PHK

Tapi kalau gajinya mepet senilai upah minimum, mengapa tidak banting setir wira usaha sendiri? Saya selalu memotivasi pegawai, jangan kerja di tempat saya terlalu lama karena tak mampu memberi gaji tinggi. Kalau sudah siap, bukalah usaha sendiri. Alhamdulillah sejauh ini setidaknya dari 5 orang mantan tukang las saya yang coba berwirausaha,  2 orang telah sukses melampau saya. Sedang lainnya gagal

Kelebihan kekuranga karyawan vs boss dari segi perkembangan

Dari sudut perkembangan kita mengenal istilah jenjang karier bagi karyawan dan pertumbuhan (growing up) bisnis bagi pengusaha. Keduanya ada sisi positif dan negatif

Bagi karyawan yang tak memiliki jiwa entrepreneur, fokus meraih posisi tinggi di perusahaan mungkin lebih menjanjikan untuk menaikkan salary. Maka pikirkan dari sekarang apakah perusahaan tempat kerja anda menerapkan sistem jenjang karier jelas atau tidak? Jika kesempatan meraih jabatan manajer bergaji puluhan atau ratusan juta perbulan plus tunjangan ini itu terbuka lebar, fokuslah dalam karier di company tersebut. Tapi jika tidak, mengapa tidak cari kerja di tempat lain yang lebih menjanjikan?

Tapi jika anda memiliki jiwa petarung dan ingin merasakan sensasi bersaing dalam dunia bisnis, cepatlah ambil keputusan. Tapi pikir masak-masak dulu apakah anda yakin bisnis / start up yang akan anda bangun prospeknya bagus dan bakal sukses apa tidak?

Bagi pengangguran atau buruh kecil ini lebih mudah karena tak ada pilihan lain. Tapi bagi pegawai dengan gaji tinggi tentu banyak hal musti diperhitungkan karena jujur saja mengelola bisnis itu tidak semudah bayangan. Peluang ekspansi bisnis sebesar CT grup, Sinarmas, Maspion, Unilever dan perusahaan multinasional lain terbuka lebar. Tapi resiko gulung tikar juga menganga lebar. Berani ambil resiko?

Faktor psikologis antara jadi karyawan dengan berwirausaha

Bicara soal faktor psikologis tentu tergantung pada individu masing masing. Dan menurut saya ada perbedaan saat masih kerja ikut orang lain dengan mengelola bisnis sendiri. Diantaranya adalah

  1. Pengusaha memiliki motivasi lebih tinggi dibanding karyawan. Ini mutlak karena sebagai pimpinan pengusaha harus memberi contoh pada anak buah. Jika boss pesimis ngeluh melulu, bagaimana mungkin bawahannya semangat? 
  2. Etos kerja boss lebih bagus dibanding anak buah. Sama seperti point pertama, jika atasan malas tentu saja bawahan ikut ikutan kerja santai
  3. Tingkat kepuasan batin pengusaha lebih tinggi saat usahanya mencapai keberhasilan dibanding karyawan. Sebaliknya tekanan mental boss lebih besar dibanding bawahan saat mengalami kegagalan. Misalnya gagal mendapatkan proyek, gagal mencapai target penjualan dll
  4. Ada perasaan lebih berguna bagi pengusaha karena bisa memberi lapangan kerja pada masyarakat

Untuk masalah psikologis secara garis besar jadi pebisnis lebih enak. Sekecil apapun usaha kita, tetap saja namanya juragan! Tapi itu hanya asumsi pribadi saja. Toh kalau ditanya orang saya lebih suka mengaku jadi tukang las daripada bilang pengusaha bengkel. Nyatanya kan memang masih kerja pada konsumen

Pengusaha punya prestise lebih tinggi dibanding pegawai

Diakui atau tidak, pengusaha lebih terpandang di mata masyarakat dan lebih dihargai dibanding karyawan biasa. Lihat saja contoh kecil ini. Jika orang kaya / pengusaha sukses bicara menyampaikan pendapat di kumpulan RT, hadirin pada diam mendengarkan.

Kata KH Anwar Zahid dengan nada canda, “nek wong sugih ngomong kabeh pada manthuk-manthuk masio ra ngerti apa seng diomongne. Beda nek wong melarat lagi ngacung ae,  usul pak... koncone nylethuk: menengo rasah kakean ngomong. Wes talah melok ae, mangan... mangan,”

Terjemahan dari bahasa Jawa: “kalau orang kaya bicara semua pada mengangguk angguk biarpun tidak mengerti apa yang dikatakan. Beda kalau orang miskin baru angkat jari saja, usul pak... temannya pada nyelutuk: diam jangan banyak bicara. sudah Ikut saja, (ntar dapat) makan”

Tentu saja ini hanya guyonan sarkas. Tapi realitanya memang demikian. Pengusaha / orang terpandang lebih dianggap daripada orang biasa (meskipun banyak juga pegawai yang kaya raya). Beda dengan buruh miskin. Jangankan teman, setan aja pura pura gak kenal hahaha. (maaf, hanya bercanda)

Kesimpulan: Lebih enak jadi pengusaha apa jadi karyawan?

jadi buruh atau bisnisman jalani dengan ebjoy
menikmati profesi pekerjaan
Kesimpulannya sama saja. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Jujur, pada kondisi tertentu saya kadang merasa lebih enak jadi buruh kuli saja tak terlalu banyak beban pikiran. Kadang kalau pas dapat proyek dan untung besar gitu merasa bersyukur dulu nekad resign buka usaha sendiri. Namanya juga manusia tentu ada pasang surutnya

Intinya mau jadi pegawai atau berbisnis jalani dan nikmati saja. Syukuri apa yang Tuhan berikan. Yang penting sudah berusaha mencari rejeki halal untuk menafkahi keluarga dan kita enjoy menjalaninya. Itu salah satu kunci kesuksesan dan kebahagiaan

Percayalah kalau kita masih berpolemik soal pengusaha vs karyawan tak pernah ada habisnya. Ingatlah kedua profesi ini harusnya bersinergi karena saling membutuhkan. Pengusaha tanpa karyawan tak akan bisa menghasilkan apa-apa. Karyawan tanpa pengusaha emangnya siapa yang kasih gaji?

Demikian jawaban dari pertanyaan: enak jadi karyawan apa usahawan? Semoga opini tentang kelebihan kekurangan / keuntungan kerugian pengusaha vs karyawan ini bermanfaat. Maaf jika pandangan saya ini kurang tepat. Silahkan berkomentar jika punya pendapat lain. Baca juga: keuntungan memulai usaha saat masih muda

Facebook Comments

0 komentar