Reseller Jualan di Marketplace: Tak Mungkin Laku!

bagaimana agar jualan laris di marketplace
nasib pedagang kecil. 
Reseller jualan di marketplace tak mungkin laku! Lupakan tips jualan laris di bukalapak / tokopedia. Jika anda bukan produsen, importir  atau distributor besar, jangan jualan di e-commerce. Peluang reseller, dropshipper dan penjual eceran bersaing dengan pelapak besar disana sangat kecil. Karena tingkat persaingannya sungguh t-e-r-l-a-l-u

Bagi pemula yang ingin mengadu peruntungan dalam bisnis onlne mungkin merinding baca judul artikel ini. Benar tidak bohong. Kalau tidak percaya, tanya sama pebisnis online yang sudah pengalaman menggunakan berbagai platform digital marketing. E-commerse macam Tokopedia, Bukalapak, Shopee, JD.id dll adalah neraka bagi reseller – dropshipper kecil

Tenang... Marketplace atau e-commerce hanyalah salah satu media online untuk menjual produk. Masih ada sosial media (Facebook, Instagram),  media chat (WhatsApp, Line, Telegram), situs iklan gratis, forum jual beli (FJB) yang relatif ramah pada reseller dan dropshipper. Setidaknya masih ada celah tersisa bagi “PKO” Pedagang Kecil online agar produknya laku terjual

Mengapa persaingan e-commerce tidak sehat?

Hanya produsen, importir dan supplier tangan pertama saja yang mampu menjual produknya di Bukalapak – Tokopedia. Kecuali anda punya produk barang dan jasa unik yang tidak dijual oleh orang lain disana. Why?

Jawabannya simpel. Karena di marketplace ada fitur pencarian “urutkan harga termurah”. Fitur ini menguntungkan bagi pembeli karena bisa membeli barang dengan harga paling murah. Tapi tidak bagi penjual. Walau tak semua situs e-commerce menyediakan pencarian berdasar harga terendah, tetap saja mudah membandingkan harga antar pelapak
fitur marketplace yang merugikan pelapak kecil

Logikanya begini: Pembeli pasti memilih barang paling murah untuk jenis, merek dan kualitas produk yang sama. Akibatnya penjual menekan bandrol serendah mungkin demi menggaet konsumen dalam pertarungan head to head dalam satu layar smartphone

Ini jelas beda dengan toko offline dimana untuk ‘cek toko sebelah’ guna membandingkan harga, pembeli mesti repot melangkah atau menelpon satu persatu. Sedang di e-commerce? Langsung terlihat mana barang paling murah dalam satu listing

Masalah bagi reseller adalah: Bagaimana bisa bersaing jika produsen atau supplier dari produk yang anda pasarkan juga gelar lapak buka toko online di tempat yang sama; dengan harga yang sama juga dengan anda kulakan?

Bisa laku sih kalau nekad menjual lebih murah. Tapi itu namanya cari rugi, bukan cari untung. Mending tidur aja kalau cara bisnis onlinenya seperti itu

Adakah celah bagi reseller jualan di marketplace?

Jika anda menjual barang yang sudah banyak beredar di pasaran, sebaiknya tidak usah buka akun penjual di marketplace. Hampir bisa dipastikan tidak ada celah bagi pedagang non grosir di Bukalapak dan konco-konconya

Kecuali barang yang ditawarkan tidak memiliki pesaing. Barang-barang custom misalnya: kaos dengan desain gambar sesuai pesanan, helm custom, aksessoris mobil motor custom dll. Itu celah bisa dioptimalkan bagi yang serius  memasarkan produk di situs e-commerce besar dengan ribuan user tiap hari

Lebih baik optimalkan akun fanspage facebook atau instagram anda karena di sana tidak atau belum ada fitur ‘cek harga termurah’. Kemungkinan besar follower anda akan membeli karena tidak tahu di luar sana harganya lebih murah. Maaf, ini hanya pendapat pribadi. bisa benar, bisa juga salah

Bagaimana Nasib Pelapak Online Kecil?

Di satu sisi kehadiran marketplace menguntungkan sebagian pihak. Di sisi lain merugikan beberapa pihak. Contohnya banyak toko offline terpaksa gulung tikar karena sebagian orang lebih suka belanja online

Bahkan sesama e-commerce juga terjadi kompetisi sengit. Perang diskon, gratis ongkir, COD, jaminan uang kembali jika barang tidak sesuai pesanan dll adalah bentuk persaingan bisnis online yang kurang sehat. Salah satu korban adalah marketplace produk kerajinan Indonesia: Qlapa tutup karena tak mampu bersaing dengan ecommerce unicorn

Seorang teman pernah mengutarakan kekhawatiran dan semoga analisa ini tidak terjadi
Melihat perkembangan digital market di Indonesia saat ini seperti ‘genosida’. Dimana pemilik modal besar sengaja menanggung rugi untuk membunuh pebisnis kecil. Jika pesaing sudah habis, otomatis mereka akan menguasai pasar. Saat itulah dengan bebas mereka akan mempermainkan harga pasar
Tapi itu konsekwensi dari perkembangan teknologi. Kita tidak bisa menolaknya. Mau tidak mau, suka tidak suka harus menyesuaikan diri supaya bisnis tetap jalan. Kan masih ada tempat cari uang dengan jualan di Instagram

Buat entrepreneur muda, jangan patah semangat ya. Dominasi pebisnis besar di marketplace anggap saja sebagai tantangan yang harus ditaklukkan. Siapa tahu berawal dari pelapak online kecil dan dropshipper, usahanya terus berkembang hingga sukses jadi pengusaha kaya. Pokoknya harus optimis!
Facebook Comments

0 komentar